Lia's Notes : instruments
Ini bermula ketika aku membaca buku Agatha Cristie "While the light lasts" Buku itu berisi kumpulan cerita pendek yang ditulis Agatha Cristie. Total ada 9 cerpen dalam buku itu.
Cerita pertama, The House of Dreams (Rumah Impian) membawamu mengenal musik classic dan berujung berkenalan dengan Cocomi. Nanti aku ceritakan.
The house of dreams menurutku memiliki cerita unik nan menyeramkan. Aku tidak tau bagaimana menjelaskan hal tersebut, terkesan mistis tapi ada hal yang ingin disampaikan secara diam-diam.
Sebuah mimpi buruk yang berulang.
Ada salah satu adegan yang diceritakan dalam the house of dreams, salah satu tokoh bermain piano, Allegra. Memainkan musik modern dari Beethoven, Pathique. Musik yang menurutku gila dengan arti yang menyediakan.
Aku mulai menjelajahi musik instrumen setelah itu. Aku belum bisa membedakan kenapa judulnya harus ada embel-embel C minor number sekian. Aku belum paham itu.
Yang bisa aku pahami sekarang hanya alat musik yang dimainkan.
Awalnya aku tertarik dengan permainan piano tapi aku beralih ke violin kemudian bertemulah aku dengan Cocomi, seorang pemain Flute dari Jepang.
Aku benar-benar tidak sengaja mengenalnya. Menurutku permainan flute nya merdu, halus apalagi kalau diiringi piano. Wah, kalian harus dengar.
Lama kelamaan aku makin suka mendengarkan musik instrumen lantaran lebih lembut, halus dan aku lebih bisa merasakan alat musik itu. Iya, kau harus tau, alat musik itu seperti berbicara. Seperti tengah berdialog dengan alat musik lain.
Menyenangkan mendengarnya, jika dibanding dengan lagu yang penuh umpatan, kebencian dan sakit hati.
Iya aku tau dalam permainan musik instrumen tentu ada pesan yang ingin disampaikan tapi itu berbeda.
Aku belum tau bedanya dari mana, yang bisa aku katakan, musik instrumen tidak seberisik lagu. Lagu yang penuh kata-kata yang kadang kita ucapkan saja tanpa tau maknanya, sekedar kesenangan semata.
Iyaps, aku terlalu awam untuk membandingkan keduanya. Aku hanya penikmat musik saja. Cukup itu saja.
Mungkin aku hanya tengah muak dengan manusia makanya seperti itu.


Komentar
Posting Komentar